Loading Events

Pertunjukan tari

Sleep Paralysis

PlayPause
Slider

Fitri Setyaningsih

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 20:00 WIB
Minggu, 21 Agustus 2022 | 16:00 WIB
Di Teater Salihara

 

Tiket umum
Rp100.000

Tiket pelajar (pelajar SD-SMA & mahasiswa S1)
Rp75.000

 

Karya ini berangkat dari pengalaman Fitri ketika mengalami tindihan (sleep paralysis), ketika tubuhnya tidak mampu bergerak dan tidak bisa bersuara atau berbicara, tetapi matanya mampu melihat seluruh perincian kejadian di sekitarnya. Sleep paralysis sering dikaitkan dengan hal gaib/roh/hantu/jin bahkan mistis dan sebagainya. Sementara dalam dunia medis, sleep paralysis dianggap terjadi karena perubahan kimiawi pada otak membuat saraf-saraf yang seharusnya menggerakkan tubuh tidak bekerja/mati/lumpuh untuk sementara. Tindihan atau kelumpuhan tidur mengisyaratkan kondisi saraf otak berlapis-lapis dan aktif bekerja, sedangkan otot tubuh sebagian terkunci. Fitri mengolah pengalaman tersebut dengan mengurai mekanisme tidur dan mekanisme bangun dari kondisi sleep paralysis. Tubuh yang pasif dan tubuh yang aktif menjadi reaktif, adalah landasan awal untuk memasuki ruang (di antara).

 

Sinopsis:

Tidur. Tidak tidur. Tertidur. Di antara.
Sadar. Tidak sadar. Di antara sadar. Tersadar. Di antara.
Kerja pikiran di antara kerja penyusup dalam tubuh.

 

Profil Seniman

Fitri Setyaningsih aktif mengembangkan gagasan dan kerja tubuh yang tak hanya mendalami tari, tapi juga melintasinya dalam praktik penelusuran makna tubuh pada semasa waktu dan kesegaran perkembangannya. Ia memadukan interaksi tubuh dengan berbagai sumber kekuatan seperti produksi suara/bunyi, seni konseptual, atau ranah eklektik lainnya. Bahkan beberapa prosesnya tanpa ragu menyentuh ruang ilusi, magis, hingga mistik. Ia telah melahirkan berbagai karya baik dalam panggung konvensional maupun site spicific dan terpilih sebagai salah satu seniman berpengaruh di Indonesia versi majalah Tempo (2011). Fitri juga bereksplorasi dalam kerja sinematografi dengan karya film tari terbarunya berjudul Kinjeng Tangis yang tayang perdana (online) dalam Borobudur Writers & Culture Festival (2020) dan Watu Gamping (Bilangan Tak Terhingga) yang tayang perdana dalam Indonesian Dance Festival (2021). Karya tersebut hingga detik ini juga masih berproses baik dari segi riset dan kerja tubuh yang tidak menutup kemungkinan untuk menjelajahi panggung pertunjukan secara.
Shopping Basket