Loading Events
  • This event has passed.

Kelas Filsafat

Renungan Maut di Timur dan Barat

Kelas Filsafat (Promo) - Rp 250.000
Kelas Filsafat (Normal) - Rp 350.000
Kursi tersedia 0
PlayPause
Slider

Pengampu: A. Setyo Wibowo, F. Budi Hardiman, Fitzerald K. Sitorus, Simon Petrus Lili Tjahjadi

Setiap Sabtu, 06-27 November 2021, 13:00 WIB

Zoom Webinar Komunitas Salihara

Tiket (Untuk 4 pertemuan): Rp250.000 (promo) & Rp350.000 (normal)

Durasi: 4 pertemuan | 2 jam

 

Problem kematian kerap menjadi bahan renungan dan pemikiran, entah di Timur maupun Barat. Filsafat Jepang, stoikisme, dialektika Hegel sampai ontologi Heidegger menyinggung hal tersebut.

Dalam empat sesi, Kelas Filsafat ini mendiskusikan bukan hanya hakikat kematian yang terkait kehidupan, melainkan juga sikap yang perlu untuk menghadapi kematian. Para pengajar akan mengajak kita berguru kepada para pemikir besar di Timur dan Barat.

Tujuan

● Memperluas perspektif, wawasan dan mendorong peserta untuk berpikir kritis.

Materi yang Dipelajari

Kematian dalam Renungan Filsafat Jepang (Simon Petrus Lili Tjahjadi, 06 November 2021)
Sesi kuliah ini menelusuri pandangan filosofis orang Jepang tentang kematian. Apakah artinya “mati” bagi orang Jepang? Mengapa, misalnya, praktik bunuh diri “membudaya” di Jepang?

Menjinakkan Rasa Takut akan Kematian (A. Setyo Wibowo, 13 November 2021)
Takut akan kematian menandai kehidupan manusia. Dapatkah kita melampaui rasa takut primordial ini? Kuliah ini menelusuri ajaran Stoikisme tentang mengatasi rasa takut akan kematian.

Dialektika Kehidupan dan Kematian (Fitzerald K. Sitorus, 20 November 2021)
Bagaimana jika kita memahami kehidupan dan kematian sebagai dua sisi mata uang? Kehidupan tidak ada tanpa adanya kematian dan sebaliknya. Sesi kuliah ini mengajak kita berpikir dialektis tentang kehidupan dan kematian untuk menemukan makna kematian itu sendiri.

Hidup di dalam Horizon Maut (F. Budi Hardiman, 27 November 2021)
Kehidupan yang bermakna mengandaikan kematian. Kematian tidak terletak di akhir kehidupan, melainkan sudah ada saat kehidupan dimulai. Tapi dengan cara demikian, kehidupan yang berbatas kematian memiliki dan menghasilkan makna. Kuliah ini mendalami konsep Heidegger tentang kematian.

Paket Kelas

● Makalah untuk setiap sesi;
● Sertifikat digital.

Profil

A. Setyo Wibowo adalah dosen tetap di Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Ia memperoleh gelar doktor dari Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Paris, Prancis.

F. Budi Hardiman adalah alumnus Hochschule für Philosophie München. Penulis belasan buku filsafat, salah satunya Filsafat Modern (2004) Buku terbaru: Aku Klik maka Aku Ada. Ia kini mengajar di Universitas Pelita Harapan.

Fitzerald Kennedy Sitorus adalah dosen ilmu filsafat di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang. Menulis buku: Das transzendentale Selbstbewusstsein bei Kant. Zu Kants Begriff des Selbstbewusstseins im Lichte der Kritik der Heidelberger Schule (Hamburg: Dr. Kovac, 2018).

Simon Petrus Lili Tjahjadi meraih gelar doktor dari Johann Wolfgang Goethe Universität, Frankfurt pada 2004. Ia kini beraktivitas sebagai dosen dan Kepala Perpustakaan di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Salah satu bukunya yang telah terbit adalah Tuhan para Filsuf dan Ilmuwan (Kanisius, 2007).

Tickets are not available as this event has passed.
Shopping Basket