Loading Events

Pertunjukan tari

Performing Spiral

PlayPause
Slider

Josh Marcy

Sabtu, 06 Agustus 2022, 20:00 WIB
Minggu, 07 Agustus 2022, 16:00 WIB

Di Teater Salihara

 

Tiket umum
Rp100.000
 

*Pertunjukan untuk 21 tahun ke atas

 

Karya ini adalah proyeksi termutakhir riset gerak yang telah dimulai sejak 2018. Berawal dari ketertarikan terhadap dialog antar-tubuh dan ruang, Josh Marcy mencatatkan beberapa gerak yang signifikan mengenai bagaimana tubuh dan mekanismenya berdialog terhadap ruangnya—baik internal maupun eksternal. Salah satunya adalah gerak spiral. Josh Marcy mempelajari dan mengalami kemampuan tubuh melakukan gerak rotasi yang merupakan salah satu hal penting dalam membentuk proses rekognisi. Dalam hal ini, gerak spiral membuka akses sirkulasi bagi tubuh terhadap ruang di sekelilingnya, serta kemungkinannya untuk berinteraksi dengan tubuh dan subjek lain.

Performing Spiral sebagai sebuah karya tari, tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan juga dibayangkan sebagai sebuah praktik terbuka dan refleksi tubuh dalam praktik sosial sehari-hari. Josh Marcy menggagas pemanggungan karya ini sebagai suatu peleburan dari praktik terbuka dengan pertunjukan tari. Selayaknya metode pelatihan yang diterapkan kepada penari, karya ini pun dimaksudkan untuk mengundang keterlibatan penonton di dalam praktik ketubuhan spiral, dan berinteraksi seturut dengan subjektivitas masing-masing—baik secara intelektual, sensori, maupun respons kreatif lainnya. Karya ini pada intinya adalah sebuah proses kolektif untuk “menjadi”, dengan mengalami, mengamati, dan membuka diri pada perjalanan yang transformatif.

 

Profil Seniman

Josh Marcy adalah seniman tari yang berbasis di Jakarta. Praktik artistiknya berada di seputar pembacaan kritis mengenai “apa itu tubuh” dan “apa itu ruang”, serta bagaimana dialog antar keduanya membentuk realita. Josh mengembangkan riset gerak yang diberi tajuk Body/Space; sebagai sebuah pendekatan artistik terhadap medium ketubuhan. Riset ini kemudian diterapkan ke dalam berbagai proses kreatif yang ia lakukan, baik dalam penciptaan karya maupun dalam pelatihan gerak sehari-hari. Praktik artistiknya merujuk pada proses rekognisi—untuk merefleksikan, mengalami, serta membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang ada, yang menjadi bagian maupun realita yang lain.
Tickets are no longer available.
Shopping Basket