Loading Events

Tari/Dance

HiruPikuk

Kursi tersedia 0
PlayPause
Slider

Koreografer/Choreographer: Riyo Tulus Pernando
Penampil/Performers: MalayDansStudio
Sabtu, 19 September 2020, 12:00 WIB/Saturday, September 19, 2020, 12:00 PM

20″
YouTube

HiruPikuk tercipta berdasarkan kegelisahan Riyo Tulus Pernando (koreografer) atas kerusakan lingkungan, secara khusus kebakaran hutan di provinsi Riau, kampung halamannya. Untuk mendekatkan keintiman penonton dengan isu tersebut, karya ini menjelajahi ragam gerak tari tradisi Melayu yang digarap menjadi tari kreasi baru.

Riyo Tulus Pernando created HiruPikuk to communicate his concerns about environmental destruction, especially forest fires in Riau, his hometown. To draw the audience further closer to the issue, the choreographer explores a diverse variety of Malay traditional dance forms and pours them into a new creation.

Catatan Koreografer/Choreographer’s Note

HiruPikuk adalah sebuah interpretasi fisikal tentang ketidakberdayaan manusia dalam menjaga keharmonisan dengan alam. Karya tari yang merujuk eksplorasi ragam gerak tari Melayu ini hendak mengingatkan bahwa kitalah yang menentukan sebuah kelegaan di dalam sesaknya napas dan ruang hidup.

Riyo Tulus Pernando

HiruPikuk is a physical interpretation of human helplessness, even as they attempt to build or maintain a harmonious life alongside nature. With references to a rich variety of Malay traditional dance moves, this piece wishes to remind us that it is up to humanity to determine our own breathing room within these suffocating and limited spaces.

Riyo Tulus Pernando

Profil/Profiles

Riyo Tulus Pernando adalah koreografer yang berasal dari Riau. Ia pindah ke Solo, Jawa Tengah, dan mendalami seni tari di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Ia beberapa kali berkolaborasi dengan koreografer penting seperti Sardono W. Kusumo, Jan Linkens dan Hiroshi Koike. Ia pun pernah terlibat sebagai pelatih tari yang dikoreograferi oleh Eko Supriyanto untuk Pembukaan Asian Games 2018. Pada 2015 ia mendirikan MalayDansstudio sebagai wadah penciptaan tari-tari kreasinya.

Riyo Tulus Pernando is a choreographer who hailed from Riau. He moved to Solo, Central Java, where he studied dance at Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. He has collaborated with many respected choreographers, such as Sardono W. Kusumo, Jan Linkens and Hiroshi Koike. He was a dance instructor for Eko Supriyanto’s choreography for the dance sequence of 2018 Asian Games opening ceremony. In 2015, he founded MalayDansstudio to facilitate his dancing and creative endeavors.

MalayDansStudio adalah kelompok tari yang mengolah nilai-nilai tradisi Indonesia, khususnya tarian Melayu. Karya-karya mereka telah dipentaskan di sejumlah festival seni di Indonesia. Puan dipentaskan dalam Festival Kesenian Jawa Tengah Solo (2014); TIK dipentaskan dalam Tidak Sekedar Tari (TST) di Pendopo Wisma Seni TBJT Surakarta, Jawa Tengah (2015); WHO??? dipentaskan dalam Pasar Tari Kontemporer di Pekanbaru, Riau (2016). Selain itu karya Sosak dipentaskan di Sepatu Menari (Yogyakarta, 2017), Ruang Seni Kreatif Galeri Indonesia Kaya (Jakarta, 2018), Indonesian Dance Festival (Jakarta, 2018) dan Solo International Performing Arts (SIPA) (Solo, 2019).

MalayDansStudio is a dance group that explores traditional values especially those found in Malay dances. They have performed their own creations at many art festivals in Indonesia: Puan at Festival Kesenian Jawa Tengah Solo (2014); TIK at Tidak Sekedar Dance (TST), Pendopo Wisma Seni TBJT Surakarta, Jawa Tengah (2015); WHO??? at Pasar Dance Kontemporer, Pekanbaru, Riau (2016). Further, they performed Sosak at Sepatu Menari (Yogyakarta, 2017), Ruang Seni Kreatif Galeri Indonesia Kaya (Jakarta, 2018), Indonesian Dance Festival (Jakarta, 2018) and Solo International Performing Arts (SIPA) (Solo, 2019).

Tim Produksi/Production Team

Koreografer/Choreographer : Riyo Tulus Pernando
Pimpinan produksi/Production head: Putri Pramesti Wigaringtyas
Penari/Dancers: Riyo Tulus Pernando, Damri Aprizal, Riza, Agil Pramudya, Aditiar Anggit Wicaksono
Vokal/Vocal: Anjang Fitrah
Penata musik/Music arrangement: Bagus Tri Wahyu Utomo
Penata artistik/Artistic arrangement: Yanuar Edi Wardoyo
Penata busana/Costume design: Erika Dianingtyas
Videografer/Videographer: Tunggal Aji Sidik Permono

Acara ini mendapat  dari Dana Bantuan Internasional Kementerian Luar Negeri Jerman, Goethe-Institut dan mitra-mitranya. Informasi: www.goethe.de/relieffund

Funded by the International Relief Fund of the German Foreign Ministry, the Goethe-Institut and other partners: www.goethe.de/relieffund

 

Shopping Basket