Loading Events

Diskusi/Discussion

Ekosistem Seni Pasca-Pandemi: Sejumlah Skenario

Kursi tersedia 0
PlayPause
Slider

Pembicara/Speakers: Ratri Ninditya, Yudi Ahmad Tajudin, Kafiuddin
Rabu, 16 September 2020, 19:00 WIB/Wednesday, September 16, 2020, 07:00 PM
 90″
YouTube & Facebook

 

Apakah kini kesenian telah memasuki babak baru? Apabila benar demikian, bagaimanakah kemudian nasib ruang dan panggung pertunjukan yang selama ini telah berdiri? Diskusi ini juga membahas hal-hal nyata apa saja yang telah dilakukan oleh para pelaku seni. Bagaimana para seniman merawat jaringan antar para pelaku kesenian di dalam dan luar negeri, juga dengan publiknya?

Has the art world turned a new chapter? What will become of existing spaces and stages? We will also discuss the various concrete ways that art workers have explored and attempted thus far. How can artists nurture their networks locally and internationally? How can they connect with their audience and the public?

Profil/Profile

Ratri Ninditya mengambil kuliah master di jurusan Gender and Cultural Studies, Universitas Sydney, Australia. Ia kemudian bekerja sebagai peneliti kebijakan di Koalisi Seni sejak 2019. Ia pernah magang di ACON, sebuah LSM kesehatan untuk komunitas LGBTIQ di Sydney. Selain itu, ia juga menulis puisi dan cerita pendek. Buku puisi pertamanya berjudul Rusunothing (2019).

Ratri Ninditya received her master’s degree in Gender and Cultural Studies from the University of Sydney, Australia. Currently, she is a policy researcher at Koalisi Seni since 2019. Past internships include stints at ACON, an LGBTIQ health non-profit in Sydney. She writes poetry and short stories. Her first book of poetry is titled Rusunothing (2019).

Yudi Ahmad Tajudin adalah salah satu pendiri Teater Garasi, sebuah kelompok seni pertunjukan yang berbasis di Yogyakarta. Ia menyutradarai sejumlah pentas teater, baik bersama Teater Garasi maupun berkolaborasi dengan seniman lain. Bersama Teater Garasi, Yudi menerima Prince Claus Award dari Belanda pada 2013.

Yudi Ahmad Tajudin is one of the founders of Teater Garasi, a performing arts group based in Yogyakarta. He has directed a number of theater works, either with Teater Garasi or in collaboration with other artists. Along with Teater Garasi, Yudi received the Prince Claus Award (the Netherlands) in 2013

Kafiuddin  adalah konsultan perencanaan gedung-gedung hijau di Indonesia. Ia menyelesaikan studinya (Magister Teknik) di Konservasi Energi, Universitas Indonesia pada 2001. Sebelumnya ia menyelesaikan studi tingkat Diploma di Technologiques Supérieures, Universitaire de Technologie I Joseph Fourier, Grenoble France (Prancis) pada 1993. Ia aktif sebagai anggota IABHI (Ikatan Penilai Bangunan Hijau Indonesia) sejak 2012.

Kafiuddin is an Indonesia-based planning consultant specializing in green buildings. He completed his master’s degree in Energy Conservation at Universitas Indonesia in 2001. And prior to that, he received his diploma from Technologiques Supérieures, Universitaire de Technologie I Joseph Fourier, Grenoble France (1993). He has been an active member of IABHI (Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia) since 2012.

Acara ini mendapat  dari Dana Bantuan Internasional Kementerian Luar Negeri Jerman, Goethe-Institut dan mitra-mitranya. Informasi: www.goethe.de/relieffund

Funded by the International Relief Fund of the German Foreign Ministry, the Goethe-Institut and other partners: www.goethe.de/relieffund

 

Shopping Basket